Polres Metro Tangerang Sudah Gelar Perkara Kasus Tewasnya Remaja Demi Konten Medsos

Baru baru ini kita di gemparkan dengan berita video viral yang memperlihatkan beberapa remaja tertabrak kendaraan truk yang melintar , dimana remaja tersebut terlihat dengan sengaja mendekati truk yang sedang melintas di jalan besar , sehingga tidak bisa menghindari anak remaja yang ada di depannya. Kejadian nahas yang sempat viral di media sosial itu terjadi pada Jumat, 3Juni 2022 lalu sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah kejadian itu, pihak kepolisian pun langsung memeriksa sejumlah saksi, kamera CCTV dan melakukan olah TKP.

Polres Metro Tangerang Sudah Gelar Perkara Kasus Tewasnya Remaja Demi Konten Medsos

Tiga remaja saat menghadang kontainer di Jalan Otista, Karawaci, Kota Tangerang.

Polres Metro Tangerang telah melakukan gelar perkara dan memeriksa CCTV di sekitar lokasi kejadian remaja yang tewas tertabrak truk hanya untuk demi konten media sosial di Jalan Otista, Karawaci, Kota Tangerang.

Wowsiap.comPolres Metro Tangerang telah melakukan gelar perkara dan memeriksa CCTV di sekitar lokasi kejadian remaja yang tewas tertabrak truk hanya untuk demi konten media sosial di Jalan Otista, Karawaci, Kota Tangerang.

Kejadian nahas yang sempat viral di media sosial itu terjadi pada Jumat, 3Juni 2022 lalu sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah kejadian itu, pihak kepolisian pun langsung memeriksa sejumlah saksi, kamera CCTV dan melakukan olah TKP.

“Kita sudah memeriksa 6 orang saksi, satu orang adalah sopir, lalu kernet, dan seorang petugas SPBU yang melihat saat kejadian. Dan tiga orang lagi adalah teman korban,” kata Kapolres MetroTangerang, Kombes Pol Zain Dwi Noegroho.

Pihak kepolisian juga memeriksa kamera CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian dan melakukan olah TKP berdasarkan keterangan saksi yang melihat langsung kejadian.

Baca juga berita video viral lainnya di media wowsiap.com

“Dilakukan olah TKP, kita juga harus transparan. Hasilnya, korban atas nama J sekaligus sebagai pelaku ini, remaja yang tidak hati-hati tertib berlalu lintas, sehingga mengakibatkan membahayakan dirinya,” ujar Kapolres.

Terbukti, dari hasil olah TKP, bila J yang semula ada di pinggir jalan, tiba-tiba saja menghadang dalam jarak 2 meter saat truk hendak melintas. Sehingga saat itu, sopir tidak bisa menghentikan kecepatan dalam waktu singkat.

“Sementara sopir masih sebagai saksi, karena tidak ditemukan kelalaian. SIM atau surat-surat kendaraan ada dan masih berlaku, kecepatan truk dalam batas normal,” kata Kapolres.

EDITOR : Supriyanta