Bolehkah Mengonsumsi Susu Pengganti Makan Lansia?

Secara umum, nafsu makan akan menurun seiring bertambahnya usia. Ini karena gigi yang sudah tanggal, kesulitan menelan, dan masalah pencernaan lainnya yang kerap menimpa lansia. Itulah mengapa saat ini banyak terdapat jenis susu khusus yang konon katanya dapat membantu menjaga nilai gizi para lansia. Lantas, bolehkan hanya minum susu pengganti makan lansia?

Boleh Minum Susu, Tapi Tetap Didampingi Makanan Lainnya

Dibandingkan mengonsumsi makanan berat, lansia mungkin lebih tertarik minum susu. Pasalnya, susu tidak perlu dikunyah. Minum susu sudah pasti menjadi pilihan bagi lansia yang kesulitan makan.  Namun jika hanya minum susu tanpa makan dikhawatirkan asupan gizi lansia tidak akan tercukupi. Pasalnya, tidak semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh terdapat dalam susu.

Orang yang sudah tua memang diperbolehkan minum susu pengganti makan lansia, tapi ini tidak berarti lansia yang merasa kesulitan makan cukup hanya dengan susu saja. Susu sebenarnya bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Diantaranya :

  1. Menyuplai kalsium untuk kesehatan tulang.
  2. Vitamin D yang mendukung sistem kekebalan tubuh.
  3. Mencegah osteoporosis pada lansia.

Jadi susu sebenarnya bermanfaat bagi para lansia dan bisa dikonsumsi setiap hari. Tapi bagaimana dengan kebutuhan nutrisi orang dewasa lanjut usia yang mengalami kesulitan makan? Susu mungkin tidak dapat memenuhi semua jenis nutrisi, tetapi dapat digunakan untuk membantu mengonsumsi makanan lain yang dapat menyeimbangkan tingkat nutrisi tubuh.

Penggunaan susu sebagai “umpan” untuk membantu lansia yang mengalami kesulitan makan juga dapat digunakan sebagai pedoman untuk mendorong nafsu makan. Misalnya memberikan susu pada pagi, siang, dan malam hari dengan makanan lainnya.

Cara Membantu Memenuhi Kebutuhan Nutrisi bagi Lansia yang Susah Makan

Seiring bertambahnya usia, orang tua memiliki banyak alasan untuk menolak makan. Namun, itu tidak berarti Anda tidak bisa menghadapi orang tua yang sulit makan. Simak caranya di bawah ini.

1. Temukan Penyebabnya

Salah satu cara paling efektif untuk mengatasi masalah lansia yang kesulitan makan adalah dengan memahami penyebab dari kesulitan tersebut. Karena penyebabnya tidak bisa datang dari dirinya sendiri. Dengan mengetahui penyebab kesulitan makan pada lansia, Anda dapat menemukan solusi yang tepat untuk mendorong mereka makan.

2. Siapkan Makanan sesuai Kebutuhan Nutrisi

Sediakan berbagai macam makanan yang dapat memenuhi semua zat gizi yang dibutuhkan oleh lansia. Dimulai dengan protein yang baik untuk menjaga kekuatan otot pada lansia. Namun, sertakan makanan yang mudah dikunyah seperti keju, yogurt, roti selai kacang, atau tuna.

Selain itu, sediakan buah dan sayur. Pasalnya, kedua jenis makanan tersebut tinggi serat, vitamin dan mineral. Asupan nutrisi ini sangat penting untuk pencegahan penyakit. Jika lansia yang Anda rawat mengalami kesulitan makan karena tidak bisa mengunyah makanannya, bantu mengolah buah dan sayur agar lebih mudah dimakan.

3. Prioritaskan Pemilihan Makanan untuk Lansia

Lansia yang kesulitan makan akan lebih mudah “mendekati” makanan yang mereka sukai. Selain itu, para lansia suka makan dalam jumlah sedikit. Apabila lansia mempunyai makanan kesukaan tertentu, ada baiknya untuk menyediakan makanan itu guna menarik minat mereka.

4. Dekati dengan Sopan

Orang tua cenderung lebih rentan. Jadi jangan memaksakan keinginan Anda untuk membantunya atau mengajaknya makan. Hindari berdebat tentang makanan karena dapat memperburuk kondisinya. Para lansia yang mengalami kesulitan makan mungkin menjadi semakin merajuk dan mungkin menolak untuk makan sama sekali.

Itu dia alasan kenapa lansia masih harus mengonsumsi makanan pendamping meskipun sudah mengonsumsi susu pengganti makan lansia. Dengan begitu, kebutuhan nutrisi lansia akan tetap terjaga.