3 Alasan Kenapa Sebagian Besar Bunga Kredit Cepat Itu Tinggi

Semenjak fintech menjamur, mendapatkan akses kredit cepat hingga pinjaman uang tunai kini makin gampang. Setiap orang jadi punya banyak opsi selain datang ke bank, koperasi, atau tempat gadai. Apalagi, fintech kredit cepat juga menyediakan produk pinjaman dalam nominal kecil mulai dari ratusan ribu. Buat orang yang butuh dana darurat atau pinjaman cepat di tanggal tua misalnya, hal ini tentunya bisa sangat membantu. 

 

Tinggal download aplikasi kredit cepat di Google Play Store atau App Store, isi data diri, unggah dokumen yang dibutuhkan, ajukan pinjaman, selesai. Persetujuan pinjaman akan diinformasikan dalam waktu 1 x 24 jam beserta pencairannya. 

 

Sayangnya, di balik kemudahan tersebut, fintech kredit cepat atau P2P lending ini rata-rata memiliki suku bunga yang cukup tinggi, mulai dari 0,02% sampai 0,8% per hari. 0,8% adalah batas suku bunga maksimal yang boleh diterapkan fintech sesuai ketentuan dari AFPI (Asosiasi FIntech Pendanaan Bersama Indonesia) dan ditegaskan pula OJK. Khususnya bagi fintech-fintech legal yang telah terdaftar di OJK. 

 

Dengan bunga 0,8% per hari, berarti suku bunga pinjaman online atau kredit cepat ini bisa mencapai hingga 24 persen per bulan. Pertanyaannya kenapa sih kok bisa setinggi itu? Sebelum berasumsi macam-macam, ketahui dulu yuk 3 alasannya berikut ini. 

 

Ada risiko kredit macet yang tinggi

 

Penyebab utama dari suku bunga kredit atau pinjaman cepat yang tinggi karena jenis pinjaman yang diberikan juga berisiko tinggi terjadi kredit macet. Sebagian fntech P2P lending juga menggunakan dana investor untuk diputar dalam layanan pinjamannya, baik perusahaan maupun perorangan. Jika terjadi kredit macet, misalnya debitur yang gagal bayar atau akun bodong, maka fintech harus menanggung kerugian tersebut. Mulai dari jumlah investasi pokoknya sampai imbal hasilnya. Maka dari itulah, suku bunga yang tinggi kerap ditetapkan untuk mengatasi risiko tersebut. 

 

Pendaftaran dan pengajuan pinjaman yang mudah tanpa jaminan

 

Seperti yang kita tahu, fintech P2P lending juga memiliki syarat daftar dan cara pengajuan pinjaman yang super mudah. Sebab, fintech P2P lending punya target market yaitu mereka yang unbankable atau belum memiliki akses ke bank, pedagang, UMKM, dan sejenisnya. 

 

Hanya perlu KTP, KK, isi form, dan selfie, pinjaman bisa langsung diajukan. Tidak perlu slip gaji, bukti rekening bank tiga bulan terakhir, ataupun aset berharga yang dijaminkan. Karena kemudahannya inilah, suku bunga fintech menjadi tinggi. Berbeda dengan bank atau lembaga pinjaman konvensional lain yang memiliki syarat pendaftaran dan cara pengajuan pinjaman yang cukup ketat.

 

Pencairan yang cepat hanya dalam hitungan jam

 

Selain tanpa jaminan, nilai jual yang menjadi daya tarik dari fintech P2P lending adalah pencairannya yang super kilat. Cuma 1 hari atau bahkan hanya hitungan jam setelah pengajuan pinjaman disetujui. Inilah yang juga menjadi alasan, mengapa suku bunga fintech P2P lending jauh lebih tinggi dibanding lembaga pinjaman konvensional seperti bank. 

 

Cari kredit cepat yang bunganya masih bersahabat? Tenang, ada kok!

 

Kini kita tahu, kalau suku bunga yang tinggi pada fintech kredit cepat bukan tanpa alasan dan asal ditetapkan. Maka dari itulah, kita selalu diimbau untuk menggunakan fintech legal yang terdaftar di OJK. Sebab, salah satu risiko yang harus kita hadapi jika menggunakan fintech ilegal adalah suku bunga yang sangat mencekik, bisa lebih dari 30% per bulan. 

 

Pada dasarnya, beda fintech, beda pula regulasinya. Jika kamu mencari fintech yang suku bunganya bersahabat atau lebih rendah dari 24% per bulan, ini bukan hal yang mustahil kok. Salah satunya ada Kredivo yang menjadi opsi. 

 

Kredivo adalah fintech kredit cepat yang memiliki tingkat suku bunga sebesar 2,6% per bulan. Dengan suku bunga tersebut, Kredivo menawarkan layanan cicilan barang tanpa uang muka dengan tenor 3/6/12 bulan dan juga pinjaman tunai mulai dari 500 ribu dengan tenor 1/3/6 bulan. Tersedia juga opsi transaksi pay later, atau bayar dalam 30 hari tanpa bunga (0%). 

 

Dengan Kredivo, kamu bisa bertransaksi di ribuan merchant maupun e-commerce yang sudah menjalin kemitraan dengan Kredivo. Contohnya: Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Alfamart, Erafone, IKEA online, sampai McDonalds. 

 

Jika butuh pinjaman tunai, kamu bisa langsung menggunakan fitur “Pinjaman Tunai” yang ada di aplikasi Kredivo. Sebelum itu, tentunya kamu harus terdaftar dulu sebagai pengguna Kredivo. Selain itu, Kredivo juga memiliki sister company yang juga bisa kamu jadikan andalan untuk mendapat pinjaman tunai, yaitu Kredifazz. Kamu bisa download aplikasinya di Google Play Store atau App Store. Tertarik coba?