11 Cara Atasi Usaha Sepi dalam Islam Wajib Diamalkan

11 Cara Atasi Usaha Sepi dalam Islam

Bagaimanakah cara menangani usaha yang sepi menurut Islam? Tiap usaha atau usaha, tentunya pernah merasakan yang bernama jatuh bangun, pasang kering, ramai dan sepi. Sama dengan hidup, ada pula roda usaha yang membuat tiap pebisnis harus siap-siap hadapi peluang terjelek yang dapat menerpa bisnis-nya. Lantas bagaimana sikap pebisnis yang bagus saat hadapi kemunduran atau ketidakberhasilan usaha dilihat dari sudut pandang Islam?

Kesempatan ini saya akan mengulas berkenaan langkah hadapi ketidakberhasilan, It’s all about pola pikir. Kita bersama kerap memandang ini sebagai takdir. Tetapi jika kamu memiliki sifat percaya diri, ketidakberhasilan ialah awalnya dari keberhasilan usaha, benar tidak?

Siapa pebisnis yang menyukai merasakan kemunduran? sudah pasti seluruh orang tidak mau saat hidupnya kembali di bawah atau down, kan? Kerap kita lupa jika saat kamu memperoleh kemunduran, atau keadaan sedang di bawah, malah saat itu ada beberapa pelajaran yang dapat kamu petik.

Banyak pebisnis jadi besar dan sukses, karena malah memperoleh pelajaran paling bernilai saat mereka ada pada keadaan tersuruk atau pada keadaan terserang kemunduran. Karena saat keadaan kamu sedang mulus atau keadaan baik saja, karena itu kamu tidak belajar apa saja.

Panduan Hadapi Usaha Sepi Menurut Islam

Pokoknya, You can’t learn something. Karena kamu tidak rasakan terjalnya kehidupan usaha. Seorang malah dapat belajar suatu hal saat ia alami kemunduran, saat ia kembali di bawah, saat ia kembali tersuruk, atau utangnya menimbun.

Bagaimanakah cara hadapi ketidakberhasilan menjalankan bisnis ? Minimal mimin telah kumpulkan dalam beberapa sikap yang akan diambil. Untuk kamu yang beragama Islam, sudah pasti dapat mengaplikasikan beberapa panduan di bawah ini, dan buat yang non muslim masih dapat jadikan nya sebagai rujukan kok. Yok cek these out!

1. Tidak boleh Menyesali dengan Menjelaskan “Seandainya Saja”

Kata-kata “Seandainya saja”, “Mengapa dahulu tidak” dan frasa semacam yang mempunyai arti yang serupa, benar-benar dilarang dalam Islam. Kita kerap menjelaskan hal itu sebagai wujud penyesalan dalam menjalankan bisnis, kan? Apa lagi saat kita hadapi ketidakberhasilan

Agama Islam larang menyampaikan kata itu karena dipandang tidak terima ketentuan yang diberi Allah. Larangan ini segera dijumpai di Al-Qur’an dan Hadits :

“beberapa orang munafik menjelaskan : andaikan kita mempunyai suatu hal (hak terlibat) dalam soal ini, pasti (kita tidak akan terkalahkan) dan tidak ada yang terbunuh antara kita di sini (perang uhud). Ucapkanlah : “Meskipun kamu ada di rumahmu, pasti beberapa orang yang sudah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar () ke tempat mereka terbunuh. Dan Allah (melakukan perbuatan begitu) untuk mengetes (keimanan) yang ada pada dadamu, dan menunjukkan (niat) yang ada pada hatimu. Dan Allah Maha Ketahui isi semua hati” (Ali Imran, 154)

2. Bersabar ialah Tuntunan Islam

Dalam Islam tidak ada kelebihan yang tertinggi kecuali bersabar saat sahabat saya hadapi bencana. Di sini kita dapat mengategorikan Usaha yang sepi sebagai bencana atau masalah yang diberi oleh Allah

Menjadi keharusan kita selalu untuk sabar dan memikir positif pada ketetapan yang diberi oleh Allah ke kita. Dengan selalu berpikir baik, karena itu Allah akan memberi kan yang terbaik untuk kita

3. Mempunyai Sudut pandang yang Positif

Saat hadapi usaha yang sepi-sepinya, untuk selalu berpiikiran positif. Karena ini akan menolong membuat optimis dan kukuhkan langkah pandang sahabat saya mengenai ketidakberhasilan. Efeknya ialah tindakan positif yang menolong sahabat saya untuk selalu bangun dari ketidakberhasilan dan berani hadapi rintangan hidup nantinya

4. Membuat Taktik Baru sebagai Usaha

Islam bukan agama yang yang mengajar selalu untuk berdoa dan meremehkan usaha atau usaha. Dalam Alquran juga disebutkan jika Allah akan mengganti nasib satu golongan jika golongan itu yang menggantinya nasibnya lebih dulu

Karena itu saat kamu alami usaha yang sepi, penting untuk berikhtiar dengan pelajari dan menganalisa kembali apa apa yang keliru dengan usaha yang kamu lakukan itu. Selanjutnya cari jalan keluar yang pas dengan berencana kembali usahamu itu

5. Mengganti Sikap Tertutup Jadi Terbuka

Orang yang tertutup, akan cari justifikasi untuk diri kita. Kamu selalu memandang dirimu yang paling betul, kamu selalu memandang dirimu yang paling pahami segala hal. Jika kamu semacam ini, menurut kami sikap mu seperti gelas yang tertutup.

Untuk hadapi ketidakberhasilan, kamu perlu punyai satu keyakinan, telah mempunyai satu believe sistem, telah mempunyai satu konsep dan dasar, karena itu tuntunan lainnya tidak dapat diterimanya. Ia telah mempunyai satu doktrin tidak untuk dapat menimbang kalimat seseorang.

Karakter ini terbuka. Namun, kamu tidak dapat kembali terima saran. Hingga kamu berasa opini seseorang itu tidak betul. Kamu sesungguhnya dengarkan, namun pada hatin semacam ini “Kamu berbicara apa sich?” Stylenya seperti sinis, tapi dengar.

Kamu kemungkinan tidak balik serang, tetapi kamu bisa berlaku seperti air yang penuh. Kamu mempunyai sikap seperti apakah? seperti gelas yang tertutup, atau gelas yang sarat dengan air? Silakan kamu comment di bawah. Karena diri kamu sendiri yang mengetahui berkenaan langkah sahabat saya dalam hadapi ketidakberhasilan seperti apakah.

6. Tidak boleh Jadi Orang yang Egois

Karenanya walau kamu ingin dengarkan nasihat, tapi kamu tidak sanggup pahami nasihat itu.

Kamu malah makin pusing dengar apa kata orang-tua, client atau rekanan usahamu. Berikut yang diartikan seperti gelas pecah yang pecah. Apa hal itu berbentuk kendala fisik, kendala psikis, atau kendala yang lain menghadangimu tidak untuk dapat terima apa saja yang mereka ucapkan.

Kamu mungkin memiliki kebatasan fisik. Namun hal itu sesungguhnya tidak merintangi kamu untuk selalu maju. Maknanya gelas yang pecah itu memang satu kebatasan wacana, hingga kemungkinan pengetahuan mu akan susah dimengerti oleh beberapa orang tertentu.

7. Menghindar Lingkungan yang Toxic

Seperti gelas yang berisi kotoran, karena apa saja yang dituangkan ke dalam gelas itu, pasti jadi kotor, tercemar. Sikap ini memvisualisasikan seorang yang punyai lingkungan jahat atau sikap jahat. Bila orang ini berjumpa sama orang yang lebih bagus dan luar biasa, karena itu ia bisa menjadi iri dan tidak suka.

Misalkan rekan teman yang jatuhkan kamu, tidak men suport disaat kamu jatuh, Perkataannya hanya begitu doang kok. Jika ini saja, saya bisa juga kok. Ia tentu punyai pelet, agar upayanya laku. Dan bermacam prasangka jelek berkenaan pesaing, yang makin lama akan menghancurkan pemikiran kamu sendiri. Lebih jeleknya kembali, saat kamu hadapi ketidakberhasilan usaha, kamu justru melepaskannya ke beberapa orang paling dekat mu.

Jadi jika kamu menyaksikan apa saja, kamu tentu menyaksikannya dengan kacamata penuh kotoran. Kacamata kamu itu penuh kotoran. Kamu memandang jika dunia itu kotor. Sesungguhnya bukan dunia yang kotor, tapi gelas mu yang kotor. Hingga kamu menyaksikan apa saja sebagai suatu hal yang negatif.

Saat kamu berjumpa sama orang yang lebih bodoh, tingkatnya di bawah kamu, karena itu kamu akan condong mengejek atau merendahkan. Bahkan juga saat berjumpa sama orang yang sama dengan, kamu memandang ia sebagai kompetitor. Bila ada orang yang lebih luar biasa dari ia, ia berasa tidak optimis.Karakter semacam ini menurut kami adalah sikap seorang haters

8. Reset Kembali Gagasan Usahamu

Jika rencanamu itu telah direset, karena itu kamu makin lebih gampang terima saran, kan? Walau kamu mempunyai title, atau kamu seorang sarjana. Sikap mereka semakin lebih humble, semakin lebih rendah hati dibanding orang yang tidak tamat sekolah sekalinya. Sebagian orang bahkan juga pebisnis besar, mempunyai sikap semacam ini saat hadapi kemunduran.

Omzet mereka dalam sebulan bahkan juga capai beberapa puluh miliar, tapi mereka itu humble dan tiba dengan sikap yang ingin belajar. Belajarlah dari mereka yang punyai sikap gelas kosong ini. Gelas ini memvisualisasikan orang yang bagus, ingin belajar, selalu ingin memuat apa saja dan akan dipraktikkan.

9. Ingat “Setelah kesusahan ada keringanan”

Allah telah menjelaskan dalam Alquran, jika sesudah kesusahan ada keluasan, “Karena sebenarnya setelah kesusahan itu ada keringanan.” (QS. Asy Syarh: 5)” atau dari Hadist nabi yang mengeluarkan bunyi “Satu kesusahan mustahil menaklukkan dua keringanan.” (Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari dalam kitab tafsirnya. Saksikan Tafsiran Ath Thobari, 24: 496, Dar Hijr)

10. Selalu Berdoa dan Melaksanakan ibadah

Baru sesudah usaha yang optimal dilaksanakan, sekarang waktunya beribadah dan doa yang bekerja. Ada beberapa hal ghaib yang mustahil diakui secara nalar dalam menjalankan bisnis, misalkan ketika usahamu sepi-sepi nya, kamu dapat keluarkan infaq atau sodaqoh agar rejeki mu makin lancar

Janganlah lupa untuk mempraktikkan beribadah yang terkait dengan buka keran rejeki seorang hamba seperti shalat Dhuha, berzikir, menyambung silaturahim, dan lain-lain. Beberapa hal yang berharga beribadah itu selalu harus stabil sahabat saya lakukan

Kata Penutup

Begitu ulasan saya berkenaan 11 Cara Atasi Usaha Sepi dalam Islam Wajib Diamalkan pada kesempatan ini, mudah-mudahan berguna dan jadi sumber rujukan untuk kalian. Tidak boleh patah semangat, jadilah pelaku bisnis dengan gelas kosong, saat hadapi ketidakberhasilan, karen dengan begitu kalian makin lebih gampang terima anjuran dan saran dari pihak lain.

Silakan bookmart halaman ini, dan bagi tulisan ini dengan memencet tombol sharing di sosial media kalian di bawah ini. dengan begitu, kalian dapat berperan memberi beberapa hal positif untuk rekan-rekan online di sosial media kalian. Terima kasih.